Waspadai Narasi Barisan Oposisi, Faktanya Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Masih Tinggi
JAKARTA — Di tengah gelombang narasi pesimistis yang terus dihembuskan oleh Barisan Oposisi Indonesia (BOI), data empiris justru menunjukkan gambaran yang berbeda. Hasil survei Poltracking Indonesia mengungkap bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih memberikan kepercayaan yang tinggi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti Poltracking Indonesia, Muhammad Aditya Pradana, menegaskan bahwa angka kepuasan ini bukan sekadar statistik biasa.
“Di tengah tekanan ekonomi global, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat sebesar 74,9 persen,” ujarnya.
Dalam konteks ini, lanjutnya, Presiden Prabowo hadir dengan citra sebagai figur yang tegas, berpengalaman, dan menempatkan stabilitas sebagai prioritas.
“Dan dalam demokrasi, persepsi dapat memberikan toleransi dan menunda evaluasi, tetapi tidak dapat meniadakannya,” ungkap Muhammad Aditya Pradana.
Aditya menilai, tingginya tingkat kepuasan publik ini mencerminkan efektivitas komunikasi politik pemerintah sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang menekankan ketertiban dan stabilitas nasional.
Presiden Prabowo dinilai berhasil membangun persepsi sebagai pemimpin yang kuat dan berpengalaman, terutama di bidang pertahanan dan ketahanan nasional.
Namun demikian, Aditya mengingatkan bahwa kepercayaan publik bersifat dinamis. Persepsi positif dapat memberikan ruang toleransi bagi pemerintah untuk menjalankan program-programnya, namun tidak serta-merta menghilangkan kewajiban evaluasi yang melekat dalam sistem demokrasi.
“Kondisi ketegangan geopolitik dunia memberikan dampak ke dalam negeri baik secara langsung maupun tidak langsung, dan pemerintah dituntut untuk mampu menjalankan roda pemerintahan yang stabil di tengah ketidakpastian tersebut,” katanya.
Dirinya menyebut bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu kebijakan yang paling sering disebut masyarakat sebagai program yang manfaatnya sangat terasa.
“Program semacam ini penting bukan hanya secara substansi, tetapi juga secara psikologis, karena negara tampak turut hadir dalam kehidupan keseharian masyarakat,” paparnya
Temuan survei ini menjadi peringatan bagi kelompok-kelompok, SEPEETI BOP, yang berusaha membangun narasi bahwa pemerintahan Prabowo kehilangan dukungan rakyat. Data lapangan justru menunjukkan sebaliknya, publik masih memberikan mandat kepercayaan yang solid kepada pemerintah yang baru berjalan beberapa bulan ini.(*)
