Uncategorized

Tokoh Adat Papua Ajak Warga Jaga Persatuan dan Keamanan Jelang HUT ke-81 RI

PAPUA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah tokoh adat di Papua mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta bersama-sama mendukung pembangunan. Momentum kemerdekaan dinilai menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Ikatan Lima Suku Besar Kabupaten Mimika, Decky Tenouye, mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban dengan mengedepankan persaudaraan. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.

“Seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika perlu menjaga keamanan dan kedamaian. Hari Kemerdekaan harus disambut dengan aman, damai, dan penuh kebersamaan agar seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baik,” ujar Decky.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak menerima informasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan pesan berantai. Sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi dinilai penting untuk menjaga keharmonisan serta mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sekretaris Umum Ikatan Lima Suku Besar Mimika sekaligus Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak, menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat.

“Koordinasi antarpemangku kepentingan harus terus ditingkatkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat,” katanya.

Kepala Suku Dani, Herminus Kogoya, juga mengajak generasi muda menjadi pelopor persatuan dan kedamaian. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai penerus pembangunan Papua.
Sementara itu, Ketua III Wilayah Awyu Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Boven Digoel, Esebius Balio, mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.

“Masyarakat juga perlu mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih agar manfaat pembangunan semakin dirasakan warga,” ujarnya.

Di Dogiyai, Kepala Suku Mee Kampung Duntek, Isak Tebai, turut mengapresiasi berbagai program pemerintah yang telah berjalan dan berharap manfaatnya terus diperluas.

Seruan para tokoh adat tersebut memperlihatkan kuatnya peran masyarakat adat dalam menjaga persatuan dan keamanan. HUT ke-81 RI di Papua diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, mendukung pembangunan, serta meneguhkan komitmen menjaga Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai NKRI.Posted in ” katanya. Kepala Suku Dani” ujar Decky. Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak menerima informasi” ujarnya. Di Dogiyaiagamaaparat keamanandamaidan budaya merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. “Seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika perlu menjaga keamanan dan kedamaian. Hari Kemerdekaan harus disambut dengan amandan masyarakat. “Koordinasi antarpemangku kepentingan harus terus ditingkatkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakatdan penuh kebersamaan agar seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baikdan sejahtera dalam bingkai NKRI.Decky TenouyeElipanus WesareakEsebius BalioHerminus KogoyaIsak Tebaijuga mengajak generasi muda menjadi pelopor persatuan dan kedamaian. Menurutnyakeberagaman sukuKepala Suku Mee Kampung DuntekKetua III Wilayah Awyu Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Boven Digoelmendukung pembangunanmenekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintahmengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban dengan mengedepankan persaudaraan. Menurutnyamenjaga keamananPAPUA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesiapemudapemuda memiliki peran strategis sebagai penerus pembangunan Papua. Sementara itusejumlah tokoh adat di Papua mengajak masyarakat memperkuat persatuanserta meneguhkan komitmen menjaga Papua yang amantokoh adattokoh agama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *