Sekolah Rakyat Jadi Infrastruktur Kebudayaan Tumbuhkan Bangsa Yang Kuat
Oleh: Moeini Syakir *) Di dalam khazanah filsafat kebudayaan, pendidikan selalu dipahami bukan sekadar transmisi pengetahuan, melainkan kerja membentuk habitus, kebiasaan, cara memandang diri, dan horizon cita-cita. Karena itu, ketika negara menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai format terpadu (asrama, gizi, pembinaan…
Sinergitas Antar Lembaga Perluas Akses Pendidikan Melalui Sekolah Rakyat
Oleh : Fajar Saputra )* Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Pemerintah kini menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di wilayah tertinggal dan keluarga kurang mampu. Melalui program…
Sekolah Rakyat Komitmen Pemerintah Berikan Pendidikan Layak untuk Anak
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk memberikan pendidikan layak bagi seluruh anak Indonesia melalui program strategis Sekolah Rakyat. Program ini hadir di tengah upaya pemerintah untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di…
Pemerintah Buka Peluang Perluas Akses Sekolah Rakyat Untuk Penyandang Disabilitas
Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas. Melalui langkah strategis yang kini tengah dirumuskan lintas kementerian, pemerintah membuka peluang untuk memperluas akses Sekolah Rakyat agar lebih inklusif dan…
Dukungan Elemen Mahasiswa terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke 2
Jakarta, Setelah tiga kali diusulkan memperoleh gelar pahlawan, Presiden ke-2 RI Soeharto akhirnya memperoleh gelar pahlawan nasional. Pengumuman penganugerahan gelar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Negara, Senin (10/11/2025). Soeharto menjadi satu dari 10 tokoh…
Pemerintah Tegaskan Komitmen Pemerataan Ekonomi Lewat Pemberdayaan UMKM
Oleh : Ricky Rinaldi Pemerintah terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerataan ekonomi melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Langkah ini bukan hanya memperkuat daya saing lokal, tetapi juga memastikan agar manfaat pertumbuhan…
Langkah Strategis Pemerintah Perkuat UMKM Demi Pemerataan Ekonomi Inklusif
Oleh : Ivana Marvelia )* Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini sedang menyiapkan arah baru dalam pembangunan ekonomi nasional yang berfokus pada kesejahteraan rakyat secara merata. Salah satu kebijakan utama yang sedang digodok adalah implementasi “ekonomi konstitusi”, sebuah gagasan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang…
Kredit Usaha Rakyat Diperluas, Pemerintah Dorong UMKM untuk Pemerataan Ekonomi
Jakarta – Pemerintah terus mempertegas komitmen menjadikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga akhir Oktober 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp217,2 triliun atau sekitar 77 persen dari target tahunan….
UMKM Naik Kelas, Bukti Nyata Pemerintah Wujudkan Pemerataan Ekonomi dari Desa ke Kota
Banten – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pemerataan ekonomi nasional melalui penguatan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai program strategis yang dijalankan dalam satu tahun terakhir telah mendorong ribuan pelaku usaha naik kelas, dari…
Gerakan Papua Menuju Zero Stunting Demi GenerasiSehat dan Berkualitas
Oleh: Sylvia Mote *) Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia terus menunjukkan kemajuan, namun tantangan besar masih mengemuka, terutama di wilayah timur sepertiPapua. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional telah menurun menjadi 19,8% dari 21,6% pada 2022. Meski demikian, target ambisius 14% sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 menuntut kerja ekstra keras dari seluruh elemen bangsa. Papua menjadiwilayah strategis sekaligus kritis dalam misi besar ini karena kompleksitas geografis, sosial, dan kultural yang memengaruhi kualitas gizi anak. Pemerintah Provinsi Papua telah menegaskan komitmennya melalui peluncuranGerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sebuah inisiatif kolaboratif yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen. Program ini bukan sekadarkegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian lintas sektor yang dirancang sebagai gerakan sosial berkelanjutan. Melalui Genting, setiap pejabat dan pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah didorong menjadi Orang Tua Asuh bagi anak-anak berisiko stunting di berbagai kabupaten. Langkah tersebutdiharapkan memperkuat pendekatan berbasis komunitas yang menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap tumbuh kembang generasi Papua. Aryoko menjelaskan bahwa Genting merupakan bagian dari capaian 100 hari kerjaGubernur dan Wakil Gubernur Papua yang telah diintegrasikan dalam RencanaPembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) transisi. Pendekatan inimenyatukan berbagai program lintas sektor, dari kesehatan, pendidikan, hinggaketahanan pangan, dalam satu sistem kolaboratif. Pemerintah daerah menempatkanpeningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai poros utama pembangunanPapua menuju 2030, dengan stunting sebagai indikator fundamental keberhasilan. Di lapangan, langkah-langkah nyata juga terlihat di berbagai kabupaten. KabupatenNabire, misalnya, berhasil mencetak prestasi sebagai juara pertama dalam Lomba Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi Papua Tengah. Kepala BapperidaKabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, menilai capaian tersebut merupakan hasil kerjakolektif dari semua pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah hinggamitra swasta. Ia menekankan bahwa keberhasilan itu bukan karena kebetulan, melainkan buah dari konsistensi menjalankan regulasi nasional, khususnya Perpres72 Tahun 2021, yang kini diadaptasi secara lebih efisien di daerah. Kabupaten Nabire menerapkan empat aksi konvergensi utama sebagaipenyederhanaan dari delapan aksi sebelumnya, sehingga koordinasi menjadi lebihcepat dan efektif. Hasilnya, pelaksanaan program gizi, edukasi kesehatan ibu-anak, dan monitoring berbasis data menjadi lebih terintegrasi. Namun, keberhasilanadministratif ini belum sepenuhnya tercermin dalam angka prevalensi. Data SSGI…
