
Aceh Besar — Menjelang relaunching Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) Aceh pada 23 April 2026 mendatang, program pembinaan pemuda terus digeber, salah satunya melalui Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diikuti 26 peserta terpilih dari seluruh Aceh.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan hasil seleksi ketat dari puluhan pendaftar terbaik. Sejak awal hingga akhir kegiatan, antusiasme dan semangat peserta terlihat tinggi dalam mengikuti setiap sesi yang diselenggarakan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH), Dr. Saifullah Muhammad. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh.
“AMANAH hadir sebagai ruang bagi anak muda Aceh untuk bertumbuh, belajar, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun pola pikir kepemimpinan, komitmen, serta peran aktif generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Generasi muda adalah pilar utama yang akan menerima estafet kepemimpinan. Karena itu, mereka harus dibekali dengan kapasitas, integritas, dan semangat cinta tanah air,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Said Muniruddin, SE, M.Sc, seorang akademisi Universitas Syiah Kuala, penulis, serta trainer di bidang pengembangan diri dan kepemimpinan. Ia juga merupakan Direktur Suficademic, lembaga pelatihan yang mengintegrasikan pendekatan rasional, emosional, dan spiritual.
Dalam sesi pelatihan, Said menyampaikan pentingnya pola pikir kewirausahaan dalam membangun kepemimpinan masa depan.
“Entrepreneurial mindset bukan hanya tentang berbisnis, tetapi tentang cara berpikir yang adaptif, kreatif, dan berani mengambil inisiatif dalam menghadapi tantangan,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi seperti Vision Building, penyusunan Life Roadmap, serta pelatihan Communication & Public Speaking. Seluruh materi dirancang secara sistematis dan aplikatif guna mendukung pengembangan kapasitas diri peserta.
Menurut Said, pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini bertujuan untuk membentuk keseimbangan antara kemampuan teknis dan non-teknis.
“Kita ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara hard skill, tetapi juga matang secara soft skill, sehingga siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Seiring persiapan relaunching yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan unsur pimpinan di Provinsi Aceh, AMANAH juga menyiapkan berbagai inovasi berbasis lingkungan yang akan ditampilkan di Ruang Inovasi, seperti SOBOTIK (sofa dari botol plastik), briket ampas kopi, hingga pouch dari kain perca.
Tak hanya itu, terdapat juga pupuk berbahan daun nilam, eco enzym, hingga beragam produk daur ulang dari sampah plastik rumah tangga. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif yang selaras dengan pengembangan kapasitas pemuda.*
