
JAYAPURA Pemerintah menetapkan Papua, khususnya Papua Pegunungan, sebagai prioritas utama dalam percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan layanan pemenuhan gizi di wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih besar dibandingkan daerah lain.
Fokus pemerintah diarahkan pada percepatan pembangunan dan penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik. Kehadiran SPPG diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan MBG sekaligus memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lebih cepat, merata, dan tepat sasaran hingga ke wilayah pegunungan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan Papua Pegunungan menjadi daerah yang memperoleh prioritas pertama karena masih memiliki angka stunting yang tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan seluruh pembenahan SPPG di wilayah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.
“Wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi, seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur, target penyelesaiannya dalam kurun waktu satu bulan,” ujar Zulkifli Hasan.
Percepatan tersebut merupakan bagian dari penataan ribuan titik SPPG secara nasional. Namun, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Papua agar pelaksanaan MBG dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta mendukung tumbuh kembang generasi muda di Bumi Cenderawasih.
Selain mempercepat pembangunan fasilitas, pemerintah juga melakukan pemutakhiran data penerima manfaat agar pelaksanaan MBG benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak usia dini.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan MBG di Papua akan dibarengi dengan penyempurnaan tata kelola dan penguatan koordinasi bersama kementerian serta lembaga terkait sehingga seluruh proses dapat berjalan lebih efektif.
“Kami akan merevisi sejumlah aturan operasional sekaligus memperkuat koordinasi dengan 17 kementerian dan lembaga agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif dan tepat sasaran,” tegas Sudaryono.
Optimalisasi layanan MBG di Papua diharapkan tidak hanya meningkatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, tetapi juga mempercepat penurunan stunting dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dengan percepatan pembangunan SPPG serta penguatan tata kelola program, Papua diproyeksikan menjadi salah satu wilayah yang merasakan manfaat nyata dari komitmen pemerintah dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (*)Posted in BERITA TERBARU
