Uncategorized

PSN Buka Peluang Ekonomi Papua, Tokoh Adat Ajak Warga Bangkit Lewat Pertanian

MERAUKE – Pembangunan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pengembangan sektor pertanian menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat Papua. Untuk mendukung upaya tersebut, masyarakat adat didorong agar lebih aktif mengelola potensi alam secara produktif, memperkuat kerja sama, dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dari tingkat kampung.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua Adat Kalai Woyu Maklew, Yohanis Agabi Mahuze, dalam kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Kemandirian Pertanian Terintegrasi yang diselenggarakan Merah Pusaka Strategik Indonesia (MPSI) di Aula Kampung Wanam, Distrik Wogikel, Kabupaten Merauke.

Di hadapan para peserta yang didominasi perempuan, Yohanis menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat adat membutuhkan keterlibatan bersama, terutama dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan keluarga. Menurutnya, potensi alam yang tersedia perlu diimbangi dengan kemauan untuk bekerja, belajar, dan membangun usaha secara kolektif.

“Persoalan ekonomi masyarakat adat di bidang pertanian adalah masalah kita bersama. Tugas ini tidak semudah membalik telapak tangan. Karena itu, mari kita bekerja bersama-sama,” ujar Yohanis.

Pengembangan pertanian di Wanam juga memiliki relevansi dengan agenda pembangunan kawasan pangan di Papua Selatan. Berbagai program pembangunan, termasuk PSN yang berkaitan dengan pengembangan pangan, membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kapasitas ekonomi lokal. Namun, pemanfaatan peluang tersebut perlu didukung peningkatan keterampilan, pendampingan, akses pasar, serta keterlibatan masyarakat adat dalam proses pembangunan.

Karena itu, pemberdayaan masyarakat di tingkat kampung menjadi bagian penting agar peluang ekonomi dapat diikuti dengan kemampuan mengelola sumber daya secara mandiri. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan ketersediaan lahan dan kekayaan alam, tetapi juga mampu mengembangkan proses produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Selain mendorong kemandirian ekonomi, Yohanis menegaskan bahwa pembangunan harus tetap berjalan selaras dengan pelestarian adat, budaya, dan bahasa daerah. Identitas masyarakat Kalai Woyu Maklew, menurutnya, merupakan warisan yang perlu dijaga seiring upaya meningkatkan kesejahteraan.

“Dengan memanfaatkan potensi alam, memperkuat kerja sama, dan menjaga bahasa daerah, masyarakat Kalai Woyu Maklew diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih mandiri tanpa kehilangan jati dirinya,” tuturnya.

Melalui penguatan pertanian dan kelompok usaha masyarakat, peluang pembangunan di Papua diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas warga lokal. Dengan demikian, masyarakat adat dapat mengambil peran aktif dalam mengembangkan ekonomi kampung sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya bagi generasi mendatang.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *